Selasa, 01 Februari 2011

BAGAIMAN AZAZ PEMBIASAAN DAN PROSES BELAJAR DARI PENGALAMAN ITU TERJADI?

Peristiwa belajar mencakup banyak macam tingkahlaku yang kita kenal, dari reflex yang sederhana (seperti kedipan mata oleh karena desiran angin, eye blink) hingga suatu proses belajar yang sifatnya sangat komplex (misalnya mempelajari konsep yang rumit).

Istilah pembiasaan (conditioning) diartikan sebagai suatu proses belajar yang dikenal oleh kalangan ilmuan sejak perobaab para sarjana di Rusia, nama-nama seperti Shenger-Krestovnikova (1921) yang menyelidiki neurosa buatan (model or experimental neurosis), juga nama Yerofeeva (1921, 1916) yang lebih dulu menyelidiki masalah pembiasaan hewan terhadap rangsang nyeri, dan kemudian secara lebih sistematik oleh Pavlov (1927) diterbitkan tulisannya yang melukiskan dengan baik sekali masalah pembiasaan itu yang kini dikenal dengan istilah pembiasaan klasik.

PEMBIASAAN KLASIK
Seekor anjing yang lapar biasanya akan mengeluarkan air liur bila mengeap makanan. Peristiwa ini disebut oleh Pavlov (1927) sebagai suatu reflek naluriah atau unconditioning reflex. Bila setiap kali makanan akan diberikan kepada anjing tersebut sebuah bel dibunyikan, maka setelah diulang antara 5 hingga 10 kali, anjing tersebut ternyata dapat bereaksi dengan mengeluarkan airliur terhadap bunyi bel saja, hal ini disebut sebagai reflex yang terbiasa atau conditioning reflex. Jadi anjing telah mendapatkan suatu kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu rangsang yang tadinya tidak berarti baginya. dengan demikian dapat diberikan beberapa istilah yang patut dimengerti oleh para pembaca dan pendukung ilmu tingkahlaku ini.

BAGAN DARI PEMBIASAAN KLASIK
Rangsang (sebelum pembiasaan) CS -> tidak ada respon atau respon yang tidak berarti
Rangsang Terbiasa                          CS -> CR respon terbiasa
Rangsang Naluriah                         UCS -> UCR respon Naluriah
                                                                       
                                                           CR serupa dengan UCR (keduanya berupa airliur)

hubugnan yang berati sudah terdapat pada permulaan eksperimen antara rangsang naluriah dan respon naluriah dan hal ini tidak perlu dipelajari. hubungan antara rangsang terbiasa dan respon terbiasa merupakan proses yang harus dipelajari. Peristiwa ini terjadi dengan memberikan bersama rangsang naluriah dan rangsang terbiasa yang akan memberikan respon naluriah sebagai penguat. respon terbiasa serupa dengan respon naluriah, namun tidak identik.

Makanan yang diberikan kepada anjing disebut sebagai rangsang naluriah disebut unconditioned stimulus disingkan UCS, sedangkan reaksi yang timbul dalam bentuk mengalirnya airliur anjing disebut Reaksi yang naluriah atau unconditioned response disingkat UCR. bel yang berbunyi disebut sebagai rangsang yang terbiasakan atau conditioned stimulus, disingkat CS sedangkan hasilnya : pengeluaran airliur anjing terhadap bunyi bel, disebut reaksi terbiasakan atau disebut conditioned response, disingkat CR.

Percobaan pavlov ini telah diperluas pada hewan lain, dari cacing hingga manusia dengan hasil yang sama. bahkan dapat ditimbulkan pada bayi hingga usia lanjut. berbagai peristiwa telah dapat dibiasakan pada fungsi autonomik seperti daya berpeluh, detak jantung, sekresi gastrointestinal, rasa mual, muntah hingga reaksi otot skeletal seperti reflek tendon dan reflek penarikan extrimitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar