Beberapa sifat dari peristiwa pembiasaan adalah sebagai berikut:
a. Pembiasaan (acquisition)
Bahwa terdapat peristiwa peningkatan dari Conditioned Response (CR) secara asimtotik bila dilakukan berulang percobaan pasangan Unconditioned Stimulus (UCS) dan Conditioned Stimulus (CS).
b. Hapus (extinction)
Bila peristiwa pasangan CS diberikan tanpa UCS berulang kali maka CR akan berkurang dan akhirnya hapus.
c. Pulih (spontaneous recovery)
Bila diberikan masa istirahat setelah hapus, maka CR akan timbul kembali dengan sendirinya, tanpa bercobaan pasangan UCS dan CS.
d. Penyamarataan (generalization)
Hal ini merupakan suatu fenomena dari seekor hewan untuk bereaksi sama terhadap beberapa rangsang yang mirip. misalnya seekor anjing yang sudah terbiasa untukmengeluarkan airliur terhadap suatu frekuensi sumber bunyi, akan bereaksi juga terhadap sumber bunyi dengan frekuensi yang sedikit lebih rendah atau tinggi, misalnya seekor anjing yang telah dibiasakan bereaksi terhadap sumber bunyi berfrekuensi 128 Hz., akan bereaksi juga terhadap sumber bunyi berfrekuensi 64 atau 256 Hz. kekuatan reaksinya akan bergantung berapa miripkah ransang yang baru tersebut dengan CS. Luasnya penyamarataan ini bergantung pula pada beberapa sifat dari rangsang itu, misalnya arti simboliknya atau sifat fisiknya. contoh yang baik sekali dapat diberikan oleh suatu rangsang kata yang mengandung arti sama atau reat hubungannya misalnya orang Katolik yang terbiasa dengan kata Paus akan lebih bereaksi terhadap kata imam dari pada kata ikan (paus), dengan demikian nyata bahwa arti kata itu penting juga dalam mempengaruhi reaksi pembiasaan dari pada persamaan bunyi.
Ada pula peristiwa penyamarataan reaksi (response generalization) sebagai analogi dari penyamarataan rangsang, dimana bila satu reaksi dihambat, maka hewan akan memberi reaksi lain yang hampir sama. contohnya seekor anjing yang biasa bereaksi terhadap satu suara dengan mengangkat kaki kanannya, bila kaki itu diikat, ia akan bereaksi dengan kaki kirinya.
e. Pembedaan (discrimination)
Hewan dapat dibiasakan untuk memberikan reaksi pada satu rangsang tertentu namun dapat dilatih untuk dapat bereaksi terhadap rangsang lain yang mirip tapi tidak serupa dengan cara menghapuskan CR. seekor anjing yang telah terbiasa bereaksi terhadap satu gambar lingkaran dan elips, dapt dilatih untuk berhenti bereaksi terhadap elips itu dengan menghapuskan UCS atau makanannya tiap kali elips itu dipertunjukkan, sampai tidak mengeluarkan airliur pula.
f. Pembiasaan Tingkat Tinggi (Higher order conditioning)
suatu CR yang sudah terbiasa dapat dirangsang oleh CS baru dengan memberikan bersama dengan CS pertama walau tanpa UCS. seekor anjing yang sudah terbiasa dengan bunyi tertentu, dapat dibuat bereaksi terhadap sebuah segitiga warna hitam, bila segitiga hitam tersebut diperlihatkan bersama dengan bunyi tdi dengan demikian maka bunyi itu yang bertindak sebagai UCS. maka segitiga hitam disebut CS tingkat dua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar